Menilai Peran Pendidikan Holistik terhadap Motivasi dan Efikasi Diri Narapidana: Studi di Rutan Kelas II-B Pacitan
Keywords:
pendidikan holistik, motivasi, efikasi diri, narapidana, pemasyarakatanAbstract
Program pembinaan narapidana di lembaga pemasyarakatan sering kali masih berfokus pada aspek keterampilan teknis dan belum menyentuh dimensi psikososial secara menyeluruh. Kondisi ini menyebabkan rendahnya motivasi serta lemahnya efikasi diri narapidana dalam menghadapi masa depan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menilai peran pendidikan holistik dalam meningkatkan motivasi dan efikasi diri narapidana di Rutan Kelas II-B Pacitan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program pendidikan holistik mampu menumbuhkan motivasi intrinsik, memperkuat keyakinan diri, serta mendorong perubahan sikap sosial narapidana. Peserta program menjadi lebih terbuka, percaya diri, dan kooperatif dalam aktivitas sehari-hari di rutan. Selain itu, petugas pembinaan juga merasakan dampak positif berupa terciptanya suasana yang lebih kondusif dalam interaksi sosial. Implikasi praktis dari kegiatan ini menegaskan bahwa pendidikan holistik dapat dijadikan sebagai model pembinaan narapidana yang humanis, integratif, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, kolaborasi multipihak dan dukungan kebijakan diperlukan agar program ini dapat diimplementasikan secara lebih luas dalam sistem pemasyarakatan di Indonesia.
Downloads
Published
Versions
- 2026-06-30 (3)
- 2026-06-30 (2)
- 2026-06-30 (1)


