Pemberdayaan Perempuan Muslimah Pasca Perceraian melalui Pendekatan Sosial Spiritual di Kabupaten Ponorogo

Authors

  • Fatakhul Huda
  • Siti Khusnul Faizah Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin Ngabar Ponorogo

Keywords:

women empowerment, , Islamic spirituality, divorce, , Ponorogo, meaning transformation, community service

Abstract

Fenomena perceraian di kalangan perempuan Muslimah di Kabupaten Ponorogo memperlihatkan dinamika sosial yang kompleks dan multidimensi. Dalam konteks masyarakat religius yang menjunjung nilai-nilai patriarkal dan moralitas keluarga, perceraian tidak hanya dipandang sebagai peristiwa hukum, tetapi juga sebagai krisis spiritual dan eksistensial yang mengganggu keseimbangan diri perempuan. Kondisi ini melahirkan tekanan psikologis, keterasingan sosial, serta disorientasi makna hidup yang berpotensi menurunkan kualitas spiritualitas individu. Menyadari urgensi tersebut, Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) ini dirancang untuk menghadirkan model pemberdayaan sosial-spiritual bagi perempuan Muslimah pasca perceraian di Ponorogo sebagai bentuk intervensi berbasis nilai religius dan potensi lokal. Kegiatan ini menerapkan pendekatan partisipatif-kualitatif yang berorientasi pada refleksi eksistensial dan transformasi spiritual peserta. Enam perempuan Muslimah yang telah bercerai secara sah di Pengadilan Agama Ponorogo terlibat aktif dalam program yang berlangsung selama tiga bulan di Desa Kauman dan Ngebel. Kegiatan meliputi pelatihan ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal, penguatan kapasitas diri melalui pendampingan psikososial, serta pembinaan spiritual yang memfasilitasi dialog batin dan kesadaran religius. Proses ini membentuk ruang transformatif di mana perempuan mengalami rekonstruksi makna hidup melalui penghayatan nilai-nilai sabr, ikhlas, dan tawakkal, sekaligus menemukan kembali identitas dan harga diri sebagai individu berdaya. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan nyata dalam tiga dimensi: spiritualitas, sosial, dan ekonomi. Peserta menunjukkan peningkatan kesadaran religius dan ketenangan batin, terbentuk solidaritas komunitas yang memperkuat daya dukung sosial, serta lahir inisiatif usaha mikro rumah tangga sebagai wujud kemandirian ekonomi. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan pemberdayaan yang memadukan pelatihan ekonomi dengan penguatan spiritual mampu membangun keseimbangan antara dimensi material dan transendental kehidupan. Secara konseptual, program ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan paradigma spiritual-based community empowerment, yaitu model pemberdayaan berbasis spiritualitas Islam yang tidak hanya berfokus pada pemulihan ekonomi, tetapi juga pada rekonstruksi makna dan ketahanan spiritual perempuan dalam menghadapi krisis kehidupan.

Published

2025-10-31