Reinventing Islamic Preaching: Dakwah Bil-Hal sebagai Strategi Pemberdayaan Sosio-Ekonomi dalam Masyarakat Modern
Keywords:
Dakwah Bil-Hal, Pemberdayaan Masyarakat, Modernitas, Ekonomi Syariah, Pendidikan IslamAbstract
Di tengah arus globalisasi dan kompleksitas masyarakat modern, paradigma dakwah konvensional yang didominasi oleh komunikasi lisan (bil-lisan) dinilai semakin tidak relevan dan kurang menyentuh substansi persoalan umat. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah urgensi dan strategi Dakwah Bil-Hal (dakwah dengan perbuatan nyata) sebagai respons solutif terhadap tantangan sekularisme, kemiskinan, dan keterbelakangan pendidikan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, penelitian ini menggali data dari literatur pemikiran tokoh kunci serta observasi fenomenologis terhadap praktik pemberdayaan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi dakwah harus difokuskan pada aspek tathwir (pemberdayaan) melalui dua sektor utama: (1) Pendidikan, dengan mengubah manajemen menjadi profesional dan berorientasi pada penanaman adab (karakter) guna mencetak SDM unggul; dan (2) Ekonomi, dengan menggeser pendekatan karitatif menjadi produktif-transformatif berbasis kemandirian. Studi kasus pada Pesantren Maslakul Huda, Pondok Modern Gontor, dan Pesantren Sidogiri memberikan bukti empiris bahwa integrasi nilai agama dengan solusi konkret ekonomi—seperti kemitraan industri, unit usaha mandiri, dan lembaga keuangan mikro syariah efektif meningkatkan kesejahteraan dan kesalehan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Dakwah Bil-Hal adalah kebutuhan mendesak untuk mewujudkan masyarakat madani yang sejahtera lahir dan batin..


